Antrean Penumpang KRL Mengular, Pemerintah Harus Tegas Tegakkan PSBB

Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay merasa bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan efektif. Sebab, aktivitas masyarakat di luar rumah masih ramai.

Bahkan, di pagi hari, orang-orang menumpuk dan mengantre untuk masuk ke KRL. Sehingga, Saleh menilai tidak ada bedanya dengan sebelum status PSBB diberlakukan.

“PSBB ini akan efektif, jika semua taat untuk menjaga jarak. Tidak berada di kerumunan. Tidak pergi ke keramaian. Semua pihak diharapkan memiliki kesadaran agar sedapat mungkin bekerja di rumah,” ujar Saleh kepada SINDOnews, Selasa (14/4/2020).

Dia mengatakan, di negara lain, aturan Stay at Home benar-benar ditegakkan, jika ada yang melanggar diberikan sanksi dan denda. Kemudian, mereka yang tidak mampu di negara lain tersebut, dibantu pemerintah untuk menutupi kebutuhannya. Dengan kondisi seperti itu, kata dia, orang-orang pada taat aturan yang diberlakukan.

Sementara di Indonesia, kata dia, yang taat pada aturan PSBB adalah sekolah, perguruan tinggi, pertunjukan budaya, konser, olah raga, dan kantor-kantor pemerintah. Ada juga sebagian kegiatan keagamaan. Di luar itu, warga masyarakat masih tetap melakukan aktivitas sebagaimana biasanya.

“Jangan sampai, kegiatan keagamaan dilarang, sementara kegiatan lain diperbolehkan. Itu sama dengan melindungi sebagian, membiarkan sebagian. Di samping tidak adil, itu juga dapat mencelakakan banyak orang,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR ini.

Dalam konteks itu, pemerintah diminta untuk tegas dan ketat dalam menegakkan aturan PSBB, agar semua dapat dipatuhi dan mereka yang memang kurang mampu harus dibantu. “Anggaran yang ada, harus dialokasikan untuk membantu mereka. Itu adalah tindakan yang mesti dilakukan di tengah situasi sulit seperti sekarang,” pungkas mantan ketua umum pimpinan pusat Pemuda Muhammadiyah ini.

 

Sumber: https://nasional.sindonews.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here