Komisi IX DPR Dorong BPOM Segera Uji Lab Obat Corona Unair

Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menyelesaikan uji klinis tahap III atau tahap akhir obat penawar bagi pasien COVID-19. Khasiat obat itu pun disebut efektif karena dapat mematikan virus corona mencapai lebih dari 90 persen.

Menanggapi itu, anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN Saleh Daulay mengatakan, pihaknya menyambut baik keberhasilan Unair yang mampu meracik obat corona. Dia pun berharap obat itu dapat menjadi jawaban bagi pandemi corona yang belum usai hingga vaksin ditemukan.
“Kita harus sampaikan salam hormat kepada Unair, khususnya kepada para penelitinya. Semoga penemuan ini dapat mengkhiri kekhawatiran banyak pihak akan bahaya COVID-19 yang masih merebak saat ini,” kata Saleh dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8).
Saleh berharap BPOM segera melakukan uji laboratorium obat temuan Uniar agar izin produksi dapat segera dikeluarkan. Dia pun mendorong pemerintah segera memproduksi obat corona Unair tanpa kendala birokrasi.
“Saya mendorong agar pemerintah segera memproduksi obat Corona ini. Untuk itu, BPOM diharapkan segera melakukan uji laboratorium sehingga izin produksi dan edarnya bisa dikeluarkan. Jangan ada kendala birokrasi yang menghambat. Sudah sepatutnya semua pihak ambil bagian dalam keberhasilan ini,” ucap dia.
Plh Ketua Fraksi PAN itu menuturkan setelah izin produksi ean edar sudah dikeluarkan, Satgas COVID-19 diminta segera mendistribusikan ke seluruh rumah sakit yang ada. Dengan demikian, diharapkan obat itu dapat diberikan kepada pasien yang dirawat.
“Kalau tidak salah, obat ini diklaim sebagai obat COVID-19 pertama di dunia. Tentu ini sangat membanggakan. Karena itu, selain diproduksi untuk kebutuhan dalam negeri, Indonesia juga boleh berbagi dengan negara-negara lain,” tuturnya.
“Sebelum vaksin ditemukan, obat ini adalah solusi yang bisa ditawarkan. Setidaknya, ini diharapkan dapat menurunkan angka kematian akibat virus corona,” tandas Saleh.
Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here