Stafsus Presiden Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun, Saleh Daulay: Wajar Jika Ada Dugaan Nepotisme

Staf Khusus milenial Presiden Joko Widodo yang merupakan CEO Ruangguru, Adamas Belva Syah Delvara, mendapatkan proyek bombastis senilai Rp 5,6 triliun dari Kementerian Perekonomian. Ruangguru ditunjuk sebagai aplikator Kartu Prakerja.

Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah terbuka kepada masyarakat mengenai mekanisme penunjukkan Ruangguru sebagai salah satu aplikator dari program Kartu Prakerja. “Yang perlu diminta adalah keterbukaan dan transparansi dalam proses penunjukkan lembaga pelatihan yang menjadi mitra program Kartu Prakerja. Jika prosesnya sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku, tentu semua pihak diharap dapat memahami. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan dapat menjelaskan hal ini kepada publik,” ujar Saleh kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (17/4).

Disinggung mengenai adanya upaya praktik nepotisme di lingkaran Istana lantaran adanya Stafsus Presiden yang mendapatkan proyek triliunan, Saleh mengatakan wajar masyarakat menilai hal tersebut. “Orang luar melihatnya kan beda. Selalu saja ada persoalan yang dinilai ganjil dalam proses seperti ini. Apalagi, CEO Ruangguru juga adalah Stafsus Presiden. Bisa jadi, itu yang menyebabkan orang menduga ada nepotisme,” bebernya. “Mungkin juga karena nilai proyeknya yang sangat besar. Wajar saja jika orang-orang melihat secara seksama,” tambahnya.

Untuk itu, Saleh meminta pemerintah tidak menyembunyikan mekanisme pembentukan program yang menelan anggaran pemerintah dalam jumlah besar. “Kalau semua prosesnya dilaksanakan secara benar, tidak ada yang perlu disembunyikan. Disampaikan saja ke publik secara terbuka. Tentu ini akan mengurangi pandangan minor dari sebagian orang,” tutupnya.

 

Sumber: https://politik.rmol.id/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here