Jika Kontennya Sama dengan Medsos, Pemerintah Tak Perlu MoU dengan Lembaga Pelatihan Prakerja

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah untuk segera mengumumkan lembaga-lembaga pelatihan yang akan menjadi mitra dalam melaksanakan program kartu prakerja.

Pasalnya, saat ini para calon peserta telah melakukan proses pendaftaran. Artinya, dalam waktu dekat mereka akan memilih lembaga-lembaga pelatihan yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.

Diketahui,terdapat 198 lembaga dari delapan mitra platform digital yang akan menyediakan pelatihan secara digital kepada peserta program kartu Prakerja. Jumlah pelatihannya sendiri mencapai 2.055 jenis.

Delapan mitra platform yang bekerja sama dengan pemerintah dalam program kartu prakerja, antara lain Tokopedia, Ruang Guru, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolahmu, Pijar Mahir, dan Kemnaker.go.id.

“Para peserta yang terpilih untuk mengikuti pelatihan ini tentu ingin mengetahui profile masing-masing lembaga pelatihan. Dari situ mereka akan menentukan pilihan. Jangan sampai, lembaga pelatihan yang mereka pilih ternyata tidak sesuai ada yang sesuai dengan minat dan bakatnya,” kata Saleh kepada Jurnas.com, Sabtu (18/04/2020).

Selain itu, Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR RI ini juga mendesak pemerintah untuk memaparkan secara rinci dan mendetail terkait apa saja pelatihan yang akan diajarkan oleh lembaga-lembaga pelatihan tersebut.

Sebab, disinyalir bahwa pelatihan yang diberikan tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di media-media sosial.

Menurut dia, apabila pelatihan yang dimaksud sama dengan isi pelatihan – pelatihan yang sudah ada di medis soial seperti itu, tentu tidak perlu bekerja sama denga lembaga-lembaga pelatihan. Sebab, pelatihan lewat media sosial sudah sangat banyak. Rata-rata, pelatihan tersebut dibuka dan diberikan secara gratis.

“Lihat saja di youtube, di FB, di video, dan media-media sosial lain. Ada banyak pelatihan gratis. Misalnya, pelatihan beternak kambing, ayam, udang, ikan, dan lain-lain. Ada juga pelatihan bertanam palawija seperti cabe, bayam, jagung, wotel, mentimun, dan lain-lain. Bahkan banyak juga pelatihan dan panduan bisnis online yang dapat diikuti secara gratis,” katanya.

Selain itu, Mantan Ketua umum PP Pemuda Muhamadiyah ini juga meminta pemerintah untuk menjelaskan langkah yang akan dilakukan oleh peserta pelatihan setelah mereka selesai mengikuti program tersebut.

“Apakah sudah ada perusahaan yang siap menampung mereka bekerja, atau paling tidak magang? Apakah ada skema pemberian modal kepada mereka jika nanti ada rencana untuk membuka usaha sendiri?” Tanya dia.

“Jangan sampai, sebelum ikut program mereka menganggur, setelah ikut juga menganggur. Itu artinya mereka menganggur dua kali. Mereka hanya dapat insentif pelatihan saja. Kalau begitu modelnya, kartu prakerja ini persis sama dengan bantuan-bantuan sosial lainnya,” tegas dia.

Sumber: http://www.jurnas.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here