Legislator Akui Kritikan Jokowi soal Anggaran Kemenkes Tepat

Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay menyambut baik peringatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap penggunaan anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dia mengakui penyerapan anggaran lembaga yang dipimpin Terawan Agus Putranto itu masih kecil.

“Apa yang disampaikan presiden tersebut juga menjadi perhatian Komisi IX,” kata Saleh kepada Medcom.id, Minggu, 28 Juni 2020.

Wakil Ketua Fraksi PAN di DPR itu mengungkapkan, persoalan Kemenkes ini menjadi sorotan Komisi IX karena anggaran baru terserap 47 persen. Selain itu, fokus serapan tersebut justru untuk BPJS Kesehatan.

Dia meyakini masih banyak program yang disusun Kemenkes belum terealisasi hingga pertengahan 2020.

“Itu artinya, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan oleh Kemenkes,” sebut dia.

Misalnya, insentif tenaga medis belum dibayarkan secara keseluruhan oleh Kemenkes. Sejauh ini insentif yang dibayarkan baru sekitar 40 persen. Sisanya masih menunggu verifikasi data dari daerah.

Penyerapan yang rendah ini membuat uang yang beredar di masyarakat berkurang. Daya beli masyarakat otomatis akan turun.

“Akibatnya, akan terjadi krisis seperti yang dikhawatirkan presiden,” kata dia.

Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu tak menerima alasan yang disampaikan oleh Kemenkes terkait rendahnya serapan anggaran karena covid-19. Terlebih, tidak ada jaminan waktu pandemi virus korona bakal berakhir.

“Lalu apakah anggaran-anggaran yang ada dibiarkan tidak terserap? Lalu untuk apa pembahasan anggaran tahun 2021? Apa tidak cukup memakai dana sisa yang tidak terpakai di tahun 2020,” ujar dia.

 

Sumber: https://www.medcom.id/nasional/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here