Saleh Daulay minta Pemerintah Intensifkan “Testing” dan “Tracing”

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi IX DPR Saleh Daulay mendorong pemerintah untuk menggencarkan pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing) setelah ditemukannya kasus transmisi lokal virus corona varian Omicron di Indonesia. “Tentu kita berharap pemerintah mengintensifkan tracing dan testing. Sekarang kan kayak kemarin orang sudah keluar ternyata dia transmisi lokal. Kalau yang transmisi lokal ini benar-benar harus di-tracing dengan siapa dia punya kontak erat,” kata Saleh saat dihubungi, Rabu (29/12/2021). Politikus PAN itu berpandangan, kasus ini juga menjadi momen pembuktian bagi efektivitas aplikasi PeduliLindungi dalam melacak penyebaran Covid-19.

Sebab, kata Saleh, kasus varian Omicron tersebut semestinya memindai aplikasi PeduliLindungi saat tiba di restoran yang disebut pernah ia sambangi. “Jadi yang di-testing tracing itu adalah hanya orang yang pernah makan pada jam makan dia di situ. Hasilnya bisa dicek sekarang orang itu di mana kalau memang PeduliLindungi-nya efektif,” kata Saleh. Ia melanjutkan, pemerintah juga perlu mempertimbangkan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) setelah penemuan kasus Omicron.

Menurut Saleh, level PPKM perlu ditingkatkan bila data yang dimiliki pemerintah menunjukkan situasi semakin gawat. “Jika memang transmisi ataupun penyebaran virus ini dianggap sudah memang perlu mendapat perhatian lebihs serius dan pengetatan lebih serius, maka levelisasi bisa dinaikkan dari 2 menjadi 3 misalnya,” ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengumumkan adanya satu kasus penularan lokal varian Omicron. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, satu pasien Covid-19 varian Omicron tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri dan kontak erat dengan pelaku perjalanan luar negeri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here