Pemerintah Diminta Ganti Pelatihan Online Kartu Prakerja Jadi Bantuan Sosial

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PAN, Saleh Partaonan Daulay mengapresiasi langkah pemerintah meluncurkan program Kartu Prakerja. Hanya saja dia ragu bahwa pengelolaan proyek ini dikelola secara baik, sehingga menimbulkan banyak masalah.

Misalnya, kata Saleh, penetapan terhadap orang-orang yang akan mendapatkan program ini ditentukan secara acak atau diundi.
Pemilihan metode seperti itu tentu tidak akan objektif. Maka dari itu, Saleh meminta pemerintah harus objektif dalam menetapkan peserta program kartu ini.
“Proses rekrutmen peserta program ini dinilai tidak objektif. Saya mendengar bahwa proses seleksinya akan dilaksanakan dengan cara undian. Artinya, mereka yang sudah terdaftar akan diundi secara acak oleh komputer. Nama-nama yang menang undian, itulah nanti yang akan mengikuti program pelatihan ini,” kata Saleh kepada wartawan, Kamis (16/4).

Saleh mengatakan, jika penentuan peserta menggunakan sistem undian seperti itu, maka belum tentu hasilnya akan objektif. Sebab, dari sisi yang mendaftar dipastikan akan didominasi mereka yang ada di kota-kota besar.

Dengan begitu, peluang masyarakat di perkotaan lulus juga jauh lebih besar. Dibandingkan masyarakat yang tinggal di daerah atau pedesaan yang peluang lolosnya lebih sedikit.
“Saya menyarankan agar pemerintah menetapkan kelulusan lebih objektif. Setidaknya, ada seleksi yang melihat minat dan bakat calon peserta. Termasuk persebaran pesertanya di daerah. Dengan begitu, manfaatnya akan lebih terasa,” tegas Saleh.
Kemudian, lanjut Saleh, permasalahannya juga bahwa kartu prakerja ini diluncurkan di tengah situasi penyebaran virus corona. Padahal, kartu prakerja ini ditujukan sebagai sarana pelatihan untuk skilling, upskilling, dan reskilling.
Saleh menjelaskan, skilling adalah program pelatihan yang ditujukan untuk angkatan kerja baru yang ingin mendapatkan keahlian. Upskilling yakni program pelatihan yang ditujukan bagi pekerja yang membutuhkan peningkatan keterampilan atau karier.
Sementara Reskilling yaitu pelatihan dengan memberikan keterampilan baru bagi pekerja yang di PHK sebagai dampak dari perkembangan teknologi.
“Baik skilling, upskilling, maupun reskilling semuanya akan lebih ideal bila dikerjakan dalam bentuk tatap muka. Apalagi dalam pelatihan itu nanti ada praktikum yang harus diikuti dan dikerjakan secara langsung. Lalu pertanyaannya, apakah kira-kira program ini tepat diluncurkan sekarang?,” ujar politikus PAN ini.
Maka dari itu Saleh menyarankan agar program ini bisa digantikan dengan program bantuan sosial. Tujuannya agar lebih tepat sasaran dan efektif.

Apakah tidak sebaiknya program ini di-switch saja menjadi program bantuan sosial. Dengan begitu, target sasarannya bisa lebih luas. Dengan anggaran Rp 20 Triliun, program ini diperkirakan bisa menyentuh kurang lebih 13,3 juta keluarga miskin dan kurang mampu dengan perhitungan masing-masing mendapat 1,5 juta rupiah

“Nanti jika virus corona telah berlalu, program kartu prakerja ini bisa dilaksanakan lagi. Demi kebaikan masyarakat, tentu tidak ada salahnya opsi ini dipertimbangkan,” pungkasnya.

 

Sumber: https://kumparan.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here